Monday, September 3, 2007

Akhirnya ngumpul lagi

Suatu saat, setelah istri mendesak ke HO kapan mutasi lagi, apakah termasuk yg di mutasi atau ngga, sebab kontrakan sudah mo habis, cuman di bilangin : "klo telat2 seminggu setelah kontrakan habis gpp kan mba?"

Berpegang omongan di atas, kami menyusun rencana , klo patokannya rumah kami yg di kontrak oleh orang sekantor istri, berarti akhir september kami pindah. Klo patokannya jatah kontrakan istri, akhir november pindah.

Beberapa hari kemudian, dapat kabar lagi, tgl 30 agustus harus sudah mulai pindah ke jakarta. Cuman ada waktu 2 minggu.

Rumah : untungnya yg ngontrak rumah kami sudah di pindahtugaskan juga ke malang sejak juni, sedangkan yg menempati sekarang adalah temen sekantor (dalam perjanjian dengan kantornya memang diperbolehkan rumah tsb ditempati karyawan lain). Tapi setelah ditelususri, ternyata ngga ada yg mau bertanggung jawab dengan rumah tsb dan saling lempar. Contact si Karyawan pertama, akhirnya rumah di kembalikan ke kami. Bah... berantakan, kotor dan.. semua rekening (Listrik, Telp, Air, Gas) nunggak 3 bulan. PLN di segel, Telp ngga bisa keluar maupun terima, Gas hampir saja di cabut. akhirnya kita talangin dulu bayarin dan tagihkan, dan selesai urusan sewa rumah ini.

Cari tukang batu untuk renovasi dikit2... akhirnya hari minggu 2 september kemarin, kita ngumpul lagi. Kasian Kaka, musti adaptasi lagi. Sekolah baru sebulan di toddler Karangturi. Kemarin pas pamitan, Ibu kepala sekolah bilang : kasian yah bu kaka, 2 kali pertemuan terakhir baru bisa adaptasi, udah mau di tinggal, sekarang harus pindah lagi. Dan saran lain ttg alternatif mencari lembaga pendidikan di tempat tinggal kami ini.

Bagi anda yg blm tau situasi kami, sejak 2003 akhir kami adalah sebuah pasangan muda tinggal di Tangerang. Januari 2005 anak kami yg pertama, Kaka lahir. Awal Ramadhan, Awal Oktober 2006 kami berpisah. Kaka ikut mamanya ke semarang karena pekerjaan, saya akhirnya ngekos di ciledug, kosan ketika saya masih single, dan rumah di Tangerang kami kontrakkan.

Banyak minusnya ketika sebuah keluarga pisahan gini, mulai dari materi apalagi emosi. Dan, alhamdulillah awal september ini, genap 11 bulan setelah itu, kami berkumpul lagi.
Selengkapnya....

Tuesday, August 7, 2007

NPWP , yg butuh negara atau warga negara?

Berawal dari istri yg dimintain NPWP sama kantornya. Kemudian persyaratan pengajuan KPR di BANK Niaga, dimana kredit dengan plafon diatas 50 Juta harus melampirkan Copy NPWP, maka melncurlah ke KPP Tangerang di Jl. Imam Bonjol, Tangerang.
Prosesnyapun ngga sesimple seperti seharusnya, karena KPP lah sebenarnya yg berkepentingan. Seharusnya mereka melayani dengan gembira ada warga negara yg berinisiatif (apapun latar belakang inisiatif tsb) mendaftar untuk mendapatkan NPWP, yg artinya pendapatan pajak mereka bertambah, berapapun itu :D


Prosesnya di tulis menyusul yah, buru2 :D
Selengkapnya....

Sunday, August 5, 2007

Lagu Indonesia Raya Versi Temuan Roy Suryo

Sabtu kemarin, semua stasiun TV beritanya sama semua : "Temuan" lagu Indonesia Raya versi pertama di museum Leiden Belanda oleh Roy Suryo. Beberapa tokoh mulai dari keluarga dekat pencipta lagi WR Supratman hingga pelaku sejarah yang masih hidup, semua mengatakan lemungkinan keasliannya. Bagaimana dengan Meta Datanya :) Saya yakin krn si Om sudah berani mempublikasikannya maka si Om pasti telah mengujinya.

Krn titik berat postingan ini adalah lagu Indonesia Raya, lepas dari apakah benar si Om "penemu" pertama seperti claimnya atau sudah basi (Koran Tempo Menulis, Des Alwi bicara) berikut adalah syair lengkap lagu tsb versi temuan Om Roy dan ini adalah clip dr youtube :

Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe

Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe

Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Semw'wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo'a
Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
'Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi

Slamatlah Ra'jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem'wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
Selengkapnya....

Wednesday, August 1, 2007

Kartu Utang Pertama : Gold dari Bank Niaga

Entah pelet apa yg Bank Niaga berikan ke gw, hingga gw jd nasabah yg loyal. Pertama gw buka rekenig di Bank Niaga sekitar 2001, maksud pertama adalah karena waktu itu gw dapat kiriman cheque dari luar, dan Bank Niaga adalah tempat pencairan yang paling mudah dan murah. Sejak saat itu rekening BCA yang gw punya sejak masih berseragam putih-abu gw tutup, dan beberapa saat sempat buka-tutup rekening BCA dan Mandiri. Hingga sekarang secara resmi gw hanya punya 1 account bank, dan hanya di Bank Niaga, meskipun gw juga pegang 1 ATM Mandiri dan 1 Token Mandiri serta 1 KeyBCA.

Loyalitas gw ke Bank Niaga masih berlanjut ketika tahun 2003 saya mengajukan KPR, tapi si Bank ngga ngasih reward apa-apa atas atas loyalitas gw, meskipun juga ngga mengecewakan gw. Hampir saja dapat "reward" tapi gw tolak ketika telemarketing suatu siang call GW :

"Bapak sebagai nasabah pilihan dan atas loyalitasnya, kami memberikan hadiah sepasang jam tangan seharga 50% dengan bila mengajukan aplikasi karti kredit dan di approve"
"Katanya hadiah, masa saya harus keluar duit?" Tanya gw.
"bla bla bla bla........."
"Kalo saya ambil Credit Cardnya saja, gratis annual fee nya ngga?"

Karena dijawab tidak ada program itu saat ini, dan gw juga belum perlu dan dan belum butuh, maka saya tolak "reward" tsb. Toh ATM Niaga saya ada fasilitas Visa Electron.

Beberapa tahun kemudian, beberapa waktu lalu, seorang telemarketing nelp gw lagi, Renata namanya, nawarin program "Free for Life" , credit card free annual fee seumur hidup dari Bank Niaga. Gw pastiin bener2 free, ngga ada hidden cost lain? Dia meyakinkan bener2 free. Yho wes, dengan iseng gw ngomong, "Klo getu sekalian bikinin gold boleh ngga?" Hehehe. Mba Renata bilang "Di coba aja pak, tapi keputusannya nanti sama analys kami ya pak.. "

Beberapa hari kemudian, seseorang calling gw, katanya mo verifikasi data.... pertanyaan pertama, kedua, ketiga gw jawab ajah, baru kemudian curiga kok nada-nadanya ngga care getu... gw protess.. gw cecar dia dari mana, cabang mana.. akhirnya dia nyebutin data-data pribadi gw yg blm ditanyakan.. akhirnya gw percaya lagi......

1-2 minggu kemudian.. telemarketing calling gw lagi... gw langsung jawab aja "kemarin mba Renata udah calling dan nawarin saya..." dia jawab "ohh udah yah pak, ditawarin program apa pak? Sekarang dah jadi?" Gw jawab aja "free for live, dan sampai sekarang blm jadi padahal kemarin dah di verifikasi. Apa ngga di approve yah? hehe " Gw malah di suruh call 14041. Ya udah gw cuekin ajah....

Akhirnya kemarin, 31 Juli ada amplop dan isinya Credit Card dan baru hari ini gw aktivasi. Biar ngga ngeganggu ketenangan hidup gw, gw minta autodebet 100% dari rekening Bank Niaga Gw. Sebab kalo engga, bukannya tambah mudah ini hidup tapi bikin runyam.

Loyalitas gw ke Bank Niaga masih akan berlanjut. Minggu depan rencananya gw mengajukan KPR lagi di Bank Niaga Semarang. Gw sudah calling dan bertemu marketingnya. Meskipun bunga KPR di Bank Niaga 10.5% dan ada iklan bank besar lainnya yg ngasih 9%, entah mengapa kok gw masih datangnya ke Bank Niaga.

Paling engga yg blm gw temuin di Bank Lain :
*Servicenya memuaskan. Tellernya dari yg keliatan masih single sampai yg keliatannya udah ibu-ibu ramah menyapa gw, bahkan berusaha mengenal gw. Ada beberapa cabang bahkan akhirnya hapal ama gw. Gw lagi ngantri di ATM yg keliatan dari teller/CS pun gw disapa dengan menyebut nama gw.
*Disetiap kantor cabangnya, bisa dipastikan parkir gratis, baik parkir resmi maupun tidak resmi, entah itu di gedung sendiri atau di ruko, bahkan ketika ruko2 sebelahnya parkir harus bayar, entah resmi ataupun tidak resmi.
Selengkapnya....

Friday, July 13, 2007

Pungli Menghilang di Kantor Samsat Tangerang

Kemarin Saya ngurus perpanjangan Pajak STNK di Kantor Samsat Tangerang di Cikokol. Sebelumnya sudah saya siapin uang kecil untuk "bayar pungutan" , karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, paling tidak ada 3 loket kita ngeluarin duit "tanpa pertanggungjawaban".

Benar saja, di loket pendaftaran, saya "ditodong" uang 3000 rupiah, semua dokumen dikembalikan dengan ditambahin map beregistrasi. Sebenarnya saya sudah mencoba ngga memberikan duit disini, tapi petugasnya waktu nyerahin tuh dokumen sambil bilang "tiga rubu mas". OK, saya fikir mungkin buat pengganti map :). Loket selanjutnya bagian identifikasi, dengan petugas seoreng berpakaian polisi. Saya masih inget dan hafal, bahwa tahun lalu beliau juga yang bertugas disini. Dan saya juga masih ingat , bahwa di loket ini, tahun lalu dengan jelas sambil meneyrahkan bpkb setelah di check, di bilang "5000 mas". Tapi sekarang, sambil menyerahkan bpkb beliau diam saja. Ya udah saya juga cuek. Saya pikir kemajuan nih. Tapi saya masih berpikir, ngga ada pungli karena emang sudah berubah, saya yang cuek dan ngga dengar kalo beliau minta. Saya duduk di depan loket dia persis. Saya penasaran. Saya amati, ternyata semua yg menyerahkan dokumen ke beliau tidak ada satu orangpun yang mengeluarkan duit. Wah benar2 kemajuan.

Sampai loket terakhir dan selesaipun ngga ada pungutan sama sekali.

Ternyata, keesokan harinya, saya baca berita di detik, memang sedang ada perbaikan pelayanan di beberapa kantor samsat sehingga memperoleh sertifikat ISO.

Tapi mesti ada yang perlu di tingkatkan lagi dalam pelayanan. Misalnya, ketika jam istirahat, ngga langsung semua petugas istirahat, tapi bisa bergilir.
Selengkapnya....

Friday, July 6, 2007

Tahun Ajaran Baru, Berburu Sekolah

Bulan Juli, bulan sibuk bagi orang tua dan anaknya yg masih sekolah. Mulai Juli tahun ini juga, aku ikut-ikutan lagi sibuk dengan urusan sekolah. Apa pasal?

Kaka (2.5 Tahun) sama mamanya mau dimasukin ke sekolah, ya buat seumuran dia playgroup tentunya. Masalah timbul, karena untuk beberapa bulan (muda-mudahan ngga lama) sementara ini Kaka bersama mamanya tinggal di rumah eyangnya di Semarang, di perkampungan. Padahal sekolah-sekolah untuk balita menjamurnya di kawasan perumahan, yang tentu saja jaraknya cukup jauh dari rumah eyang.

Telpon sana sini, lihat iklan ini itu, ada yang cocok : playgroup karang turi di Mataram (Jl. Mt. Haryono), tapi ternyata sudah penuh. Pencarian di lanjutkan dan berakhir di Tadika Puri di kawasan Erlangga, simpang lima, sekitar 10 Km dari rumah eyang Kaka.

Jaringan Tadika Puri cukup luas, bisa pindah dari cabang satu ke cabang lain juka diperlukan. Inilah faktor utama yg menarik kami, sebab dalam waktu dekat, kami berencana untuk keluar dari kota Semarang.

Ada masa Trial 3 hari, artinya kami bisa mengikuti kegiatan di sekolah 3 hari tanpa di pungut biasa apapun, setelah itu baru memutuskan, mendaftar atau berhenti. Mengingat waktu sekolah 5 hari seminggu (libur selasa dan minggu) dan 2 jam per hari (jam 08:00 - 10:00), plus perjalanan rumah - sekolah, kami khawatir Kaka nantinya kecapean.

Kurikulumnya adl KBK (kurikulum berbasis kompetensi), tentu untuk anak balita bermain adalah kegiatan utamanya di sekolah. Standard playgroup adalah 2 tahun, dengan target akademis setelah dua tahun adalah hafal abjad. Gw sempat nyeletuk : "haduh, kalo cuman abjad, Kaka mah dah dari umur 2 tahun hafal abjad, huruf besar (kapital) dan huruf kecil. Jadi klo ada tulisan di spanduk, buku, majalah , koran , dll dia akan dengan cekatan mengeja huruf demi huruf, angka demi angka. Huruf besar/kapital maupun huruf kecil."

Menimbang hal-hal diatas, plus ternyata tidak ada perbedaan biaya jika mendaftar hari ini atau minggu depan (tgl 16 Juli saat tahun ajaran baru dimulai), maka kami putuskan akan trial dulu 3 hari untuk melihat minat Kaka.

Oh yah, di rumah Kaka belajar banyak dari nonton VCD. Berawal dari Eyang kakungnya yg hoby nonton sinetron "pendekar", ketika sekilas Kaka melintas, baru ngelihat sekilas aja dia langsung ikut praktek, nendang-nendangin penghubi rumah yg lain. Sejak saat itu seisi rumah akan sangat hati-hati klo sedang nonton TV. Jika dipastikan Kaka ngga ada di ruangan, mereka bebas nonton sesuai selera. Tapi klo ada Kaka, buru-buru pindah-pindah channel, nyari sponge-bob, dora, avatar : the legend of Ang, dan sejenisnya termasuk "flora dan fauna". Dan tentu saja, stock VCD belanjaan mamanya yg di khususkan untuk Kaka. Koleksi VCD dari www.brainybaby.com , yang di beli dari gramedia sangat di sukai Kaka. Dari VCD tsb dia belajar ttg huruf, angka, warna, shape, english dll. Ketika kami putarkan, Kaka anteng, bengong sambil ngedot Susu. Meskipun kami putar lagi berulang-ulang , selama dia blm bosen dia akan tekun menikmati. Hingga akhirnya, ketika kami jalan-jalan, ketika melihat ada spanduk, tanpa kami tanya dia bisa mengeja tulisan di spanduk tersebut, awalnya satu dua huruf aja, lama-lama semua huruf, angka warna dan aneka bentuk dia hafal, tentu kami rangsang dengan main tebak-tebakan dan nonton vcd tsb.
Selengkapnya....

Monday, June 11, 2007

Dua Tahun Bermain E-gold

Pertama Beli E-gold di Indochanger.com tgl 10 Mei 2005. Selanjutnya beli lagi lagi lagi dan lagi, ngga hanya ke satu tempat saja, karena selanjutnya juga mulai banyak yg menjadi exchanger, baik di forum, private chat dll. Setelah gw iseng ngecek history di account gw, ternyata gw total pembelian egold gw mencapai $1686. Untuk apa? Sebagian di "bagi-bagi" :p .

Selain beli, tentu gw jualan juga, bukan sebagai tengkulak, makanya gw jualnya juga ke "toko" alias exchanger. Sebagian lagi jual juga ke temen deket. Setelah dua tahun , gw check history di account e-gold gw, di pilah mana yg "amal" dan mana yg jualan, akhirnya di dapat jumlah $1816.

Dalam hitungan dollar memang surplus. Tapi dalam rupiah belum tentu. Namun, memperhatikan fluktuatif rate selama penjualan dan pembelian yg gw lakukan, dan spread jual-beli, gw yakin minimal impass dalam rupiah, kalo defisit enggak.

Sekarang e-gold sedang menanti dalam kecemasan :) Kalo umur e-gold panjang, masih ada potensi penjualan e-gold senilai lebih dari $100 perbulan selama 1 tahun kedepan.

Gambar : screenshot transaksi jual-beli e-gold dengan indochanger
Selengkapnya....